Article
Vernacular cultural landscape of the Tangtu (Inner Baduy) in Kanekes village, south Banten, Indonesia
- Title
- eng Vernacular cultural landscape of the Tangtu (Inner Baduy) in Kanekes village, south Banten, Indonesia
- Alternative Title
- ind Lanskap budaya vernakular Tangtu (Baduy Dalam) di desa Kanekes, Banten selatan, Indonesia
- Date
- 2026
- Language
- EnglishSee all items with this value
- Abstract
- eng The Inner Baduy are a unique indigenous group deeply rooted in their land’s spiritual and natural environment. This article explores the Inner Baduy (Tangtu) community’s vernacular cultural landscape in Kanekes Village, South Banten, Indonesia, to examine how their cultural values, traditional practices, and environmental stewardship are intertwined with the physical landscape. Drawing from field observations and interviews with the Inner Baduy community, this research seeks to understand their cultural landscape’s socio-cultural and ecological dimensions. The sacredness of the land is manifested through the spatial organization, architecture, and the sustainable relationship between the Baduy people and nature. The study contributes to broader discussions on vernacular architecture, indigenous knowledge systems, and sustainable cultural practices. By highlighting the Inner Baduy’s relationship with its landscape, the article provides insights into preserving cultural identity in the face of modernization pressures.
- ind Baduy Dalam merupakan kelompok masyarakat adat unik yang memiliki ikatan mendalam dengan lingkungan spiritual dan alam di wilayah mereka. Artikel ini mengkaji lanskap budaya vernakular masyarakat Baduy Dalam (Tangtu) di Desa Kanekes, Banten Selatan, Indonesia, untuk menelaah bagaimana nilai-nilai budaya, praktik tradisional, dan pengelolaan lingkungan mereka saling terkait dengan lanskap fisik. Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat Baduy Dalam, penelitian ini berupaya memahami dimensi sosial-budaya dan ekologis dari lanskap budaya mereka. Kesakralan tanah tersebut tercermin melalui tata ruang, arsitektur, serta hubungan yang berkelanjutan antara masyarakat Baduy dan alam. Studi ini memberikan kontribusi pada diskusi yang lebih luas mengenai arsitektur vernakular, sistem pengetahuan adat, dan praktik budaya yang berkelanjutan. Dengan menyoroti hubungan masyarakat Baduy Dalam dengan lanskap mereka, artikel ini menyajikan wawasan mengenai pelestarian identitas budaya di tengah tekanan modernisasi.
- Subject
- Vernacular cultural landscape
- Inner Baduy
- Indigenous knowledge
- Sustainable practices
- Kanekes Village
- Bibliographic Citation
- Hasim, I. S., Widiastuti, I., Faisal, B., & Sudradjat, I. (2026). Vernacular cultural landscape of the Tangtu (Inner Baduy) in Kanekes village, south Banten, Indonesia. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 1–25. https://doi.org/10.1080/13467581.2026.2631907