Article
Manuskrip Arab sebagai Argumen Islam Asia Tenggara
- Title
- ind Manuskrip Arab sebagai Argumen Islam Asia Tenggara
- Alternative Title
- eng Arabic Manuscripts as an Argument for Southeast Asian Islam
- Date
- 2024
- Abstract
- ind Artikel ini merupakan tinjauan kritis atas buku karya Peacock tentang Arabic Literary Culture in Southeast Asia in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Buku tersebut menggambarkan kegelisahan penulisnya terkait masih minimnya perhatian para sarjana atas khazanah teks-teks Arab yang dikarang, ditulis, atau disalin di Asia Tenggara, khususnya oleh pengarang Muslim Asia Tenggara sendiri. Peacock mendasarkan analisisnya pada korpus manuskrip-manuskrip Arab di Asia Tenggara abad 17 dan 18. Menurutnya, dalam konteks kajian Islam, sudah bukan saatnya lagi para sarjana memandang wilayah Asia Tenggara sebagai “pinggiran”, meski secara geografis memang terletak jauh dari negeri asal Islam. Aktivitas penulisan, penyalinan, dan penggunaan karya-karya berbahasa Arab di Asia Tenggara sudah lebih dari cukup untuk menegaskan pentingnya wilayah ini dalam kajian Islam. Peacock meyakini bahwa sebelum abad 19, “Arabic Literary Culture” tumbuh subur di lingkungan istana, bahkan lebih ramai ketimbang produksi dan pembacaan teks-teks Arab di Lembaga pendidikan Islam semacam pesantren.
- eng This article is a critical review of Peacock’s book on “Arabic Literary Culture in Southeast Asia in the Seventeenth and Eighteenth Centuries”. The book reflects the author’s attention to the marginalization of the Arabic texts that are composed in the 17th and 18th century Southeast Asia, or for a Southeast Asian audience, and the Arabic texts that were read and copied in the region. Peacock based his analysis on a corpus of Arabic manuscripts in Southeast Asia from different collections in Banten, Jakarta National Library, and others. Peacock argues that in term of Islamic studies, scholars should not regard Southeast Asian Islam as peripheral, regardless its geographical position remotely from the Middle East. One of Peacock’s important arguments is that the royal court became the major centre for the writing and reading of an indigenous Southeast Asian Arabic literature before nineteenth century.
- Is Part Of
- Studia Islamika
- volume
- 31
- issue
- 2
- Bibliographic Citation
- Fathurahman, O. (2024). Manuskrip Arab sebagai Argumen Islam Asia Tenggara. Studia Islamika, 31(2), 377–395. https://doi.org/10.36712/sdi.v31i2.40888